Thursday, November 29, 2012

Analisis Novel Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin


Unsur Intrinsik:
1.       Tema: (Percintaan) Perasaan yang tak pernah terungkap

2.       Gaya Bahasa:
·         Personifikasi: Hujan deras turun membungkus kota ini (Hal. 13)
·         Hiperbola: Demi membaca e-mail berdarah-darah itu, esoknya aku memutuskan pulang segera ke Jakarta (Hal. 230)
·         Personifikasi: Menuju tempat rumah kardus kami dulu berdiri kokoh dihajar hujan deras, ditimpa terik matahari. (Hal. 231)
·         Personifikasi: Bagian tajamnya menghadap ke atas begitu saja, dan tanpa ampun menghunjam kakiku yang sehelai pun tak beralas saat melewatinya. (Hal. 22)
·         Personifikasi: Aku berteman dengan lorong-lorong kantor yang kosong di malam hari. (Hal. 203)

3.       Sudut Pandang: Orang pertama pelaku utama

4.       Tokoh dan Penokohan:
·         Tania:
o   Rajin dan memiliki tekad yang kuat.
‘Ada banyak hal yang harus kukejar. Aku sudah tiga tahun tertinggal. Tiga tahun sia-sia! Dan karena aku sudah berikrar akan selalu menuruti kata-kata dia, maka saat dia mengusap rambutku malam itu sebelum pulang dari toko buku, dan berkata pelan: “Belajarlah yang rajin, Tania!”,  aku bersumpah untuk melakukannya.’ (Hal. 33)
o   Pencemburu.
‘Aku menghela napas. Benci sekali dengan pembicaraan itu. Menatap Ibu sirik. Kenapa sih Ibu akrab dengan Kak Ratna?’ (Hal. 41)
o   Menarik.
‘Ada banyak pria lain selain Adi dan cowok penjaga rak tadi yang tertarik padaku.’ (Hal. 15)
o  Memegang teguh janji
‘Tetapi aku ungat dengan janji dulu, aku tak akan pernah melawannya, tak akan pernah....’ (Hal. 55)
·         Dede:
o   Pintar
‘Dede juga sudah bisa menghafal semua abjad’ (Hal. 34)
o  Percaya diri
‘Dede benar-benar bebas sesore itu. Berlarian ke sana kemari. Percaya diri.’ (Hal 40)
o   Pandai menyimpan rahasia (Menyimpan rahasia Om Danar)
‘”Dari siapa?” aku bertanya penasaran kepada Dede. Menyelidik. Adikku pasti tahu semuanya.’ (Hal. 102)
·         Ibu:
o   Tekun dan tidak mengandalkan orang lain (Tetap rajin bekerja, demi membiayai anak-anaknya sekolah, walaupun sudah dibantu oleh Danar)
‘Seminggu kemudian Ibu mulai bekerja, menjadi tukang cuci di salah satu laundry mahasiswa......’ (Hal 34-35)
o   Hati-hati
‘Kata Ibu, “Tania, hati-hatilah di sana! Kita harus mengganti setiap barang yang rusak karena kita sentuh! Jaga adikmu, jangan nakal...”’ (Hal. 17)
·         Danar:
o   Suka memberi.
‘Dia rajin seminggu dua kali singgah sebentar di kontrakan baru. Membawakan makanan, buku-buku untukku, dan  permainan buat adikku.’ (Hal. 35)
o  Berprinsip kuat
‘”Tania, kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh.... Biarkanlah angin yang menerbangkannya.... Kau harus berangkat ke Singapura!”’ (Hal. 70)
o  Dewasa
‘Dia menahan napasnya. Mencoba mengendalikan emosinya.’ (Hal. 56)
·         Ratna:
o   Sabar .
‘Aku meneriaki Kak Ratna keras sekali. Kak Ratna tidak marah, bahkan berkaca-kaca matanya.’ (Hal. 56)
o   Ramah.
‘”Kenapa kalian tidak mengajak Ibu, Kak Ratna, dan Kak Danar naik Bianglala?” Kak Ratna bertanya sambil tersenyum,....’ (Hal. 42)

5.       Amanat:
·         Jangan menunda-nunda sesuatu, sesuatu yang ditunda-tunda biasanya akan membuat dampak yang buruk. Seperti dalam novel ini, perasaan yang selama itu terpendam, baru diutarakan setelah semua keadaan tidak dapat diubah.
·         Tekunlah belajar agar dapat sukses kelak di masa depan.
·         Terima semua hal yang sudah terjadi. Karena hal yang sudah yang terjadi itu, adalah akibat perbuatan kita juga di hari sebelum-sebelumnya.

6.       Plot:
·         Perkenalan:
o   Ketika Danar menolong Tania yang tertusuk paku. Lalu Danar mengenal Tania dan Dede, adik Tania, lebih dalam, hingga Danar sering mengunjungi rumah Tania. Danar juga banyak membantu perekonomian keluarga Tania, hingga akhirnya Tania dan Dede bisa bersekolah. Tania juga mendapatkan beasiswa ke Singapura.
·         Pertikaian:
o   Ketika Danar hendak menikah dengan Ratna,pacarnya, Tania tidak mau datang ke pernikahan Danar dan Ratna. Selama beberapa tahun Tania dan Danar tidak berkomunikasi.
·         Klimaks:
o   Ketika Danar dan Tania bertemu di daerah rumah kardus Tania, ketika Tania miskin. Di situ, mereka mengutarakan perasaan mereka yang sebenarnya.
·         Antiklimaks:
o   Ketika Danar dan Tania mengetahui bahwa Ratna sudah hamil 4 bulan, dan pada akhirnya Tania menerima keadaan tersebut, dan dia tidak akan kembali ke Indonesia dan tetap berada di Singapura, agar perasaannya tidak kembali seperti kejadian ketika di Indonesia.

7.       Alur: Pada awal cerita mundur, dan pada akhir cerita agak campuran.

8.       Latar & Setting:
a)      Tempat:
·         Dufan
‘Kak Ratna bertanya sambil tersenyum, waktu kami makan malam bersama di salah satu kedai makanan yang banyak tersedia di Dufan.’ (Hal. 42)
·         Singapura
‘Ribuan larik cahaya kota Singapura cantik menimpa jalanan.’ (Hal. 203)
·         China Town
‘Saat makan malam di China Town.........’ (Hal. 130)
·         Bandara Changi
‘Pukul 15.00 aku mengantar mereka ke Bandara Changi.’ (Hal. 102)
·         Toko Buku
‘Aku tak tahu bagaimana kehadiranku setiap malam di toko buku ini bisa menarik perhatiannya.’ (Hal. 12)
b)      Waktu:
·         Malam hari
‘Malam ini hujan turun lagi. Seperti malam-malam yang lalu.’ (Hal. 7)
·         Siang hari
‘Kami makan siang di kantin mahasiswa (Hal. 101)
·         Sore hari
‘Hingga menjelang sore mereka tidak keluar-keluar dari kamar Ibu.’ (Hal. 55)
c)       Setting/Suasana:
·         Sepi
‘Naik lift lagi menuju lantai apartemenku. Berdenging. Sendirian melempar sepatu sembarangan’ (Hal. 204)
Unsur Ekstrinsik:
1.       Nilai Moral:
o   Memegang janji
‘Aku menyeka sudut mataku yang berair. Tidak. Aku sudah berjanji kepada Ibu untuk tidak pernah menangis. Apalagi menangis hanya karena mengingat semua kenangan buruk itu.’ (Hal. 31)



Saturday, October 20, 2012

Resep Kue: Macaroon


Resep Kue: Macaroon
Kue yang biasa dinikmati di Perancis, selain dengan mudah anda dapatkan di Indonesia di beberapa toko, bisa juga anda buat. Pembuatan yang mudah dan hasil akhir yang unik ini cocok untuk dilakukan di rumah, pada waktu senggang. Kue ini juga bisa disajikan sebagai kue kering lebaran, dan lain-lain.

Bahan:
300 g almond powder
300 g icing sugar/gula bubuk
110 g putih telur
½ sdt pewarna kue sesuai selera
300 g gula pasir
75 g air
110 g putih telur
Isian (Rose and Lavender)
550 g white chocolate
275 g liquid cream/krim segar
50 g glucose
5 tetes aroma rose atau lavender
Isian basic (Mint Kafir Lime)
550 g white chocolate
275 g liquid cream/krim segar
50 g glucose
5 tetes aroma mint
1 lembar kulit jeruk purut
Isian basic (Lemongrass Violet)
550 g white chocolate
275 g liquid cream/krim segar
50 g glucose
50 g lemon grass
5 g violet aroma
Isian basic (Passion Fruit Banana)
550 g white chocolate
125 g liquid cream
150 g passion fruit and banana pure
50 g glucose

Cara pembuatan:
  • Macaroon:
  • Campur almond powder dan icing sugar, tambahkan putih telur, aduk rata.
  • Tambahkan pewarna makanan ( berupa paste atau powder)
  • Rebus air dan gula pasir sampai mencapai suhu 118 C, dan tuangkan ke dalam putih telur.
  • Kocok dengan mikser sampai kaku.
  • Campurkan kedua adonan tersebut sampai rata dan halus.
  • Siapkan tray, lapisi Silvat atau kertas roti, kemudian dengan piping bag, semprotkan bentuk bundar.
  • Biarkan istirahat di atas tray, selama satu jam dan bakar pada suhu 160 C. selama 12 – 14 menit.
  • Pembuatan adonan Isian (filing) lelehkan white chocolate , tambahkan cream panas dan glucose. Campur sampai rata, dan tambahkan flavor/aroma seperti lavender, rose, mint kafir lime, lemongrass atau dapat menggunakan fruit Jam, Mouseline cream dan variasi lainnya
  • Oleskan adonan Isi di bagian bawah kue lalu satukan dengan kue lainnya.
  • Sajikan.
Untuk 40 buah

Semoga bermanfaat!

Sumber

RESENSI - Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Judul          : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang  : Tere-Liye
Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 256 Halaman
Tahun Terbit: April 2012 (Cetakan keenam)
Harga         : Rp43.000,-





Cinta Yang Tidak Pernah Terungkap

       Tere-Liye merupakan nama samaran, dari seorang penulis novel terkenal yang sudah sering menerbitkan novel-novel sastra, yang banyak disukai di segala kalangan masyarakat. Bahasanya yang ringan tetapi tidak sarat akan bahasa-bahasa sastra, membuat pembaca bisa menikmati novel ini sekaligus mengerti dengan mudah alur cerita yang dibuat sedemikian rupa oleh penulis handal ini.
     Cerita disini berawal dari dua anak pengamen yang berusaha bekerja dengan tulus demi membantu ibunya, yang hanya berjualan kue. Mereka bertiga tinggal di rumah kardus setelah ayahnya yang meninggal dunia akibat sakit TBC. Pada suatu saat, ketika 2 anak ini, Tania dan Dede, sedang mengamen di salah satu bis kota, kaki Tania berdarah tertusuk paku dan seorang laki-laki kantoran menolongnya. Laki-laki ini bernama Danar, dan dialah yang menjadi pengubah nasib kehidupan Tania, Dede, serta ibunya. Tania dan Dede pun disekolahkan atas bantuan Danar, serta atas persetujuan ibunya.
     Ibu yang selama ini kembali bahagia setelah kedatangan Danar, ternyata mengidap penyakit kanker paru-paru stadium IV yang selama ini tertutupi oleh perasaan bahagianya. Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, Ibu pun tidak kunjung sembuh, dan akhirnya meninggal, meninggalkan Tania yang saat itu masih 13 tahun dan Dede 8 tahun. Tania dan Dede pun tidak punya siapa-siapa lagi selain Danar. Danar pun juga tidak memiliki sanak keluarga, dan telah menganggap Ibu sebagai ibunya sendiri, serta Tania dan Dede sebagai keluarganya. Danar, Tania, dan Dede pun tinggal bersama. Dan lama-kelamaan Tania mulai menyukai Danar sejak sebelum ibunya meninggal. Di akhir hayat hidup ibunya, ibunya berpesan "Kau tak boleh menangis demi siapa pun mulai detik ini.... Kau tak boleh menangis bahkan demi adikmu sekalipun...." "Kecuali, kecuali demi dia.... Kecuali demi dia...." yang berarti ibunya sudah mengetahui bahwa Tania mencintai Danar walaupun umurnya jauh pada saat itu 27 tahun.
     Setelah Ibu meninggal Tania didaftarkan beasiswa ke Singapura dan menjadi sukses di Singapura, sedangkan Dede tetap di sekolah di Indonesia. Di Singapura banyak teman laki-laki yang tertarik dengan Tania karena wajah menyenangkan dan pintarnya. Tetapi dengan dinginnya Tania menolak semua laki-laki itu, karena perasaannya yang masih dalam terhadap Danar yang tetap bekerja di Indonesia. Bahkan Adi, teman beasiswanya yang sama-sama dari Indonesia, yang juga menyukai Tania, ia manfaatkan. Pada saat ulang tahunnya ke-17 tahun, Danar memberi ide untuk merayakannya di asrama Tania bersama Dede juga. Setelah acara tersebut, dan ketika perpulangan Danar dan Dede di bandara Changi, Singapura, Danar memberi Tania liontin berbentuk huruf T, sesuai inisial nama Tania. Menurut Tania liontin sangat istimewa karena diberikan oleh orang yang ia anggap istimewa, Danar. Ketika pulang ke asramanya, Tania langsung bercerita semua perasaan yang ia rasakan kepada Anne, teman dekatnya yang di Singapura. Anne menyadarkan Tania bahwa perasaannya itu tidak masuk akal karena perbedaan umurnya yang jauh yaitu 14 tahun. Tania sempat mengelak, hingga pada suatu hari terdengar kabar bahwa Danar dan Ratna, pacarnya sejak Ibu masih hidup, akan menikah beberapa bulan lagi. Seminggu sebelum pernikahan Danar dan Ratna, Tania diminta pulang ke Indonesia. Tania yang membenci pernikahan itu menolak dengan berbagai alasan. Melewati Dede, adiknya yang masih di Indoneisa, Tania mengetahui kabar Danar. Dede memberi tahu Tania bahwa Danar berubah menjadi lebih diam karena ketidakdatangannya Tania dalam acara pernikahannya. Hati Tania hancur, tepat ketika acara pernikahan Danar dan Ratna di Indonesia berlangsung. Tania menangis, setelah bertahun-tahun tidak menangis, sesuai pesan ibunya, walupun tidak melihat secara langsung acara pernikahan Danar dan Ratna. Dan Tania yakin pada saat itu bahwa Danar tidak mencintainya, karena lebih memilih menikah dengan Ratna.
     Setelah bertahun-tahun Tania tidak pulang ke Indonesia, akhirnya Tania pulang ke Indonesia karena email-email yang dikirimkan oleh Ratna, atas kesedihan yang dideritanya setelah perubahan sikap Danar kepada Ratna setelah pernikahan berlangsung. Ratna hampir putus asa atas pernikahannya, karena diam yang dilakukan Danar terhadapnya, dan seringnya Danar pulang larut malam entah darimana. Dede mengetahui segalanya sebenarnya, dan memberi tahu Tania setelah kepulangannya ke Indonesia. Tania mengetahui, ternyata selama ini Danar menyimpan perasaan yang sama terhadap Tania. Tania pun mendatangi Danar pada suatu malam di tempat bekas rumah kardus keluarga Tania, yang sekarang suda dibuat menjadi sebuah taman, yang di dalamnya ada pohon linden yang telah ada sejak rumah kardus Tania masih ada. Tania menjelaskan semuanya dan bertanya mengapa selama ini Danar tidak pernah mengakui perasaannya kepada Tania, dan mengapa lebih memilih menikah dengan Ratna. karena itu semua membuat perkiraan Tania jelas bahwa Danar tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Danar membisikkan sesuatu sebagai jawaban pertanyaan-pertanyaan Tania. Setelah kejadian itu, semuanya baru mengetahui bahwa Ratna telah hamil empat bulan, dan Tania lebih memilih untuk tinggal di Singapura, serta akan jarang ke Indonesia.
     Kelebihan novel ini adalah bahasanya yang mudah dibaca dan alurnya pun yang tetap nyaman diikuti walaupun dibuat sedemikian rupa agar unik. Berbagai kalangan pun bisa membacanya, dan mudah mengertinya. Serta keunikan cerita ini yang membuat pembaca terkesima setelah membaca isi cerita novel ini.
     Kelemahan cerita ini adalah kurangnya kejelasan pada akhir cerita, yang membuat orang-orang masih penasaran terhadap cerita. Tapi sayangnya novel ini bukan novel sekuel atau trilogi, yang bisa diikuti cerita kelanjutannya.




Friday, August 24, 2012

TUGAS BAHASA INDONESIA KATA BAKU

 BAKU                                                                    TIDAK BAKU
1. Berpikir                                           =                   Berfikir
2. Cabai                                               =                   Cabe, Cabay
3. Cenderamata                                    =                  Cinderamata
4. Definisi                                             =                  Difinisi
5. Detail                                               =                  Detil
6. Diagnosis                                         =                  Diagnosa
7. Dipersilakan                                     =                  Dipersilahkan 
8. Imbau                                              =                  Himbau
9. Karier                                              =                  Karir
10. Khotbah                                        =                  Khutbah
11. Kompleks                                      =                  Komplek 
12. Merek                                           =                  Merk
13. Miliar                                            =                  Milyar
14. Mulia                                            =                  Mulya
15. Mungkir                                       =                   Pungkir
16. Profesor                                      =                   Proffesor 
17. Saraf                                           =                    Syaraf
18. Sekadar                                      =                    Sekedar
19. Silakan                                        =                    Silahkan 
20. Telantar                                       =                    Terlantar
21. Ubah                                           =                    Rubah
22. Utang                                          =                    Hutang
Source: